Bisa dibilang, aku terhitung jarang membaca buku non-fiksi. Lebih karena aku lebih menikmati buku fiksi aja, sih. Tapi sejak tahun lalu, aku bertekad untuk menyelesaikan setidaknya 1-4 buku non-fiksi dalam satu tahun. Angka yang kecil, tapi melahapnya bisa jadi tidak semudah yang diharapkan.
Di tahun 2026 ini, buku non-fiksi agak serius yang kupilih adalah The Visual MBA. Buku ini sudah beberapa waktu bertengger di rak buku, punya suami, jadi aku coba untuk membacanya. So, here we go, sebuah review singkat dan subjektif mengenai buku satu ini!
Blurb
Tahu tulisan di bagian belakang buku? Iya, yang biasa kita sebut sebagai sinopsis itu ternyata namanya blurb. Jadi, buku The Visual MBA punya blurb sebagai berikut:
Apakah Anda kesulitan mempelajari teori bisnis yang sangat banyak dan beragam?
Bagaimana jika ada buku bisnis yang mudah dipahami, aplikatif, dan tidak membosankan?
Hampir semua orang ingin mengenyam program MBA (Master of Business Administration) karena menawarkan banyak peluang kemajuan dalam berbisnis. Namun, program MBA mana pun membutuhkan investasi besar: uang, waktu, dan tentu tenaga.
Buku ini akan menuntun Anda untuk menguasai seluruh materi program MBA hanya dalam hitungan jam saja. Pemaparannya sangat lugas, disertai sketsa yang menyenangkan dan mudah dimengerti. The Visual MBA meliputi poin-poin penting yang diajarkan oleh sekolah bisnis ternama selama dua tahun, seperti:
• Pemasaran
• Branding
• Manajemen
• Keuangan
• Akuntansi
• Negosiasi
• Strategi
Kumpulan catatan visual semasa Jason Barron kuliah MBA ini akan membantu Anda untuk mempersenjatai diri dengan pengetahuan, keahlian, dan pengalaman dalam berbisnis. Senjata ini juga bisa diterapkan pada ragam bidang pekerjaan yang sedang Anda jalani saat ini.
The Visual MBA hadir karena 60% dari kita lebih mudah belajar melalui visual, dan otak kita memproses ilustrasi 60000 kali lipat dibanding teks.
Kenapa Buku Ini Menarik?
Tentu saja karena buku ini mengusung tema bisnis dengan visual yang memanjakan mata. Sesuai judulnya, "The Visual MBA" benar-benar berisi materi bisnis yang disajikan dalam bentuk gambar. Bukunya juga full color, sehingga membuatnya semakin menarik.
Review
Aku membaca buku ini dengan cukup cepat, tapi tidak bisa dikatakan mudah. Ada hal-hal yang bisa kupahami, tapi ada juga yang blank sama sekali. Membaca buku ini rasanya seperti mengintip rangkuman kuliah orang lain—yang memang disebutkan seperti itu di blurb. Dan sebagaimana sebuah rangkuman bekerja, kamu mesti memahami dasarnya dulu untuk bisa mengerti sebuah rangkuman.
Dan inilah masalah yang kuhadapi.
Sebagai orang tanpa latar belakang bisnis—baik secara keilmuan maupun pengalaman—, membaca buku The Visual MBA jadi sebuah tantangan tersendiri. Aku jadi kurang memahami konteks yang disajikan. Kalau kamu punya background bisnis, tentu saja manfaat buku ini akan jauh lebih optimal.
Tapi, itu tidak mengurangi fakta bahwa buku ini adalah buku yang bagus dan menarik. Penyajian materi yang simpel, ringan, dan disertai visual yang menarik menjadi daya tarik buku ini. Sehingga materi yang rumit bisa dimengerti dengan lebih baik dan tidak membosankan.
Maybe I'll read this book again once I have a better understanding of business.
