"Mungkin cara kita berdoa selama ini kurang tepat."
"Mungkin selama ini kita masih menganggap Allah sebagai tempat meminta, tapi tidak merayu-Nya sebagaimana seharusnya."
"Mungkin karena itu doa-doa kita terasa hambar dan seperti kurang tepat dijawab."
Pikiran itu muncul saat aku berbincang dengan seseorang tentang doa dan pinta kepada Tuhan. Mungkin selama ini kita kurang merayu Tuhan dengan pantas. Merasa cukup dengan merapalkan doa setelah sholat atau ibadah saja. Tapi tidak benar-benar meminta.
Dalam ceritanya, seseorang itu berkata kalau ada kenalannya yang bermunajat sebelum memanjatkan doa. Mengkhatamkan bacaan Qur'an berjuz-juz dalam sehari sebelum sholat istikharah dan berdoa pada malamnya. Mereka merayu Allah dengan segenap tenaga sebelum meminta kepada-Nya. Meski tidak selalu berkaitan, mungkin karena itu jawaban dari istikharahnya lebih jelas dan mantap.
Sedangkan kita?
Mungkin kita merasa cukup dengan melaksanakan sholat 5 waktu dan berdoa dengan tergesa. Lalu berharap Allah menjawab doa kita dengan keberuntungan sepanjang usia. Aku jadi merasa malu.
