Dalam kehidupan, sering kali kita merasa berat dan kurang bahagia. Entah karena pekerjaan, pasangan, atau rutinitas sehari-hari. Perasaan ini sebenarnya adalah hal yang wajar sebagai manusia.
Perasaan berat dan kurang bahagia bisa saja hadir karena kita menetapkan "standar" dengan menggunakan kacamata manusia. Membandingkan pencapaian diri dengan pencapaian orang lain dan ekspektasi sosial yang sering kali tidak berujung. Sehingga, sekeras apa pun kita menetapkan target dan bekerja keras, rasanya kata "cukup" tidak pernah hadir.
Untuk itu, mungkin kita perlu menggeser sedikit perspektif yang kita miliki. Mengembalikan semuanya kepada Sang Pencipta.
Konsep ini sebenarnya tidak berarti kita pasrah pada keadaan atau berhenti berusaha. Sebaliknya, mengembalikan semuanya kepada Tuhan adalah langkah yang baik untuk menemukan ketenangan sejati. Kita menyadari bahwa ada kekuatan yang lebih besar yang mengatur setiap langkah kehidupan.
Sehingga, ketika hasil yang didapat tidak sesuai dengan keinginan, kita bisa lebih berlapang dada dan meyakini bahwa jalan ini adalah yang terbaik. Mungkin ada bahaya yang Tuhan jauhkan dari kita, mungkin juga ada kebaikan yang disiapkan dengan pengalaman pahit yang kita rasakan. Atau mungkin, apa yang kita miliki hari ini adalah jawaban dari doa-doa yang kita langitkan di waktu silam.
Dalam Islam, kita juga mengenal konsep qana'ah, ridha, dan tawakkal. Dengan berpegang pada konsep-konsep ini, secara perlahan kita melakukan transisi dari egosentris yang berpusat pada keinginan pribadi menuju Tuhan-sentris yang berpusat pada ridha Ilahi.
Tentu saja prosesnya tidak mudah, tapi bukan berarti tidak dapat dilakukan, kan?
