Aku kembali berpikir tentang aku. Tentang halaman-halaman kosong yang tak lagi kutulisi kata-kata dalam beberapa jeda. Tentang halaman media sosial yang semakin jarang kuperbarui. Apakah ini tenang? Ataukah hilang?

Suatu hari, adikku berkata, "Dulu kamu orang yang independen, kok sekarang bisa seperti ini?"

Sejak itu, pertanyaan yang sama berulang di kepala. Ingin menyalahkan keadaan, tapi rasanya tidak pantas. Karena di usia yang sudah setua sekarang, semua pilihan ada di tangan kita sendiri. Aku yang memilih untuk menjadi istri rumah tangga. Aku yang memilih untuk berhenti menemui beberapa kawan lama. Aku juga yang memutuskan untuk hidup dengan tenang dan bahagia dalam rumah sederhana.

Tapi pertanyaannya, bahagiakah aku?

Aku hidup cukup dan tanpa gangguan. Tapi cukupkah aku?

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini pada akhirnya hanya bisa kita jawab sendiri. Mungkin melalui perenungan berwaktu-waktu. Mungkin akan muncul begitu saja suatu hari.