Menulis artikel ternyata bukan pekerjaan yang mudah. Meski tidak terlalu sulit juga. Setidaknya menurutku. Tapi, ketika meminta bantuan orang lain untuk menuliskannya, ternyata ada lebih banyak kesulitan dari yang aku kira.

Di tulisan kali ini, aku tidak akan membagi pengalaman sulit yang kuhadapi. Sebaliknya, aku akan berbagi sedikit tentang proses kreatif yang biasa aku lakukan sebelum menulis. Yah, kalau bisa disebut proses kreatif sih.


Oke, tanpa panjang-panjang lagi, berikut ini daftar persiapan menulis yang biasa aku lakukan:

1. Meminta Brief dan Ekspektasi Klien

Biasanya, setiap klien memiliki harapan saat meminta orang lain menulis artikel untuknya. Entah itu konten untuk website atau blog. Sebagian besar klien sudah memiliki keyword atau judul yang ingin mereka olah. Adanya keyword dan judul ini tentu saja akan sangat memudahkan proses penulisan artikel.

Beberapa klien ada yang terlihat cukup aktif. Biasanya, mereka akan memberikan contoh atau brief yang lebih panjang. Klien seperti ini biasanya memiliki beberapa permintaan khusus, meski tidak spesifik. Misalnya ingin gaya bahasa yang lebih kasual (kamu, bukan Anda), jumlah artikel yang lebih panjang, dan lain sebagainya.

Kalau aku belum yakin dengan keinginan klien, biasanya aku akan menanyakan ekspektasi apa yang mereka harapkan. Sebagai contoh, untuk klien yang mengatakan, "Tolong buat di atas 1000 kata ya. Kalau perlu dibagi ke beberapa artikel juga tidak masalah"

Menurutku, hal ini belum terlalu clear, alih-alih mengambil jalan mudah, biasanya aku akan bertanya ekspektasinya. Kalau klien berharap ekspektasi artikel ada di panjang 3000-4000 kata, aku akan berusaha membuatnya mendekati itu.

2. Baca Artikel Contoh

Beberapa klien juga ada yang melampirkan artikel contoh atau link website yang mereka punya. Sebelum proses penulisan artikel dimulai, aku akan membaca hal-hal ini terlebih dahulu. Mencari pola di dalamnya, dan mencoba menirunya sebaik mungkin.

Pola ini bisa berupa apa saja. Seperti sudut pandang yang digunakan, target pembaca, cara membuat paragraf awal atau pembuka, dan lain-lain.

Sebagai contoh, website atau artikel dengan target pembaca profesional sebaiknya dibuat dalam sudut pandang perusahaan, pencari pekerja, atau partner kerja. Bukan dari sudut pandang fresh graduate atau mahasiswa.

Beberapa klien juga lebih suka membuat paragraf awal yang berisi pertanyaan. Karena itu, aku juga akan berusaha untuk membuat 1-3 pertanyaan di awal artikel sebagai pembuka. Pertanyaan ini tentu saja harus menarik dan relate dengan isi artikel yang akan ditulis.

3. Tidak Mengubah Susunan Kata pada Keyword atau Judul

Kadangkala, ada saja permintaan artikel dengan keyword yang cukup aneh. Misalnya, "Cara Dapat Pulsa IM3 Gratis". Bisa jadi, tidak ada satupun cara untuk mendapatkan pulsa IM3 secara gratis. Jika hal ini terjadi, kita tetap harus menggunakan keyword atau judul tersebut sesuai dengan permintaan. 

Jangan pernah mengubah susunan kata pada keyword yang diminta. Misalnya mengubah "Cara Dapat Pulsa IM3 Gratis" menjadi "Cara Dapat Pulsa Gratis IM3" atau "Cara Dapat Pulsa IM3 Secara Gratis".

Daripada melakukan hal tersebut, kita bisa berpikir kreatif dengan menambahkan beberapa kata di depan atau belakangnya. Misalnya menjadi, "tidak ada cara dapat pulsa IM3 gratis. Tapi, ada beberapa cara pengisian pulsa yang bisa Anda lakukan dengan mudah"


Selain 3 cara tersebut tentu saja masih ada beberapa cara dan langkah kreatif yang biasa aku lakukan. Tapi saat ini, segitu dulu saja. Karena ada artikel lain yang juga harus aku tulis hari ini. Selamat menulis!